ADS

SELAMAT DATANG DI BIMBEL MY TENTOR - SOLUTION FOR STUDENTS

JL. AYAHANDA NO.1B DI BELAKANG TOKO LISTRIK GUNUNG SARI GATOT SUBROTO/APOTEK TOP AYAHANDA

TENTOR BERPENGALAMAN DAN PROFESIONAL

TENTOR SEDANG MENGAJAR DI KELAS DENGAN SISWA SEKDIN YANG ASYIK DAN TEKUN MENDENGAR DAN MENCATAT SESUAI ARAHAN.

TENTOR MEMBERIKAN ARAHAN KEPADA SISWA

MENGAJAR SISWA/I DENGAN SEPENUH HATI.

MENGAJAR MENGGUNAKAN MODEL AGAR SISWA PAHAM

PUTRA-PUTRI ANDA ADALAH ASET YANG BERHARGA, PERSIAPKAN MEREKA MENUJU MASA DEPAN YANG GEMILANG.

INVESTASIKAN MASA DEPAN PUTRA/I ANDA SEKARANG

PASTIKAN MEREKA MEMILIH MASA DEPANNYA DENGAN BIMBINGAN AYAH/IBU DAN KAMI SEBAGAI TENTORNYA.

Tampilkan postingan dengan label NASIONALISME. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label NASIONALISME. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 20 Agustus 2022

TES WAWASAN KEBANGSAAN (TWK) NASIONALISME

                        NASIONALIME

A.  Nasionalisme

Makna nasionalisme secara politis merupakan manifestasi kesadaran nasional yang mengandung cita-cita dan pendorong bagi suatu bangsa, baik untuk merebut kemerdekaan atau mengenyahkan penjajahan maupun sebagai pendorong untuk membangun dirinya maupun lingkungan masyarakat, bangsa dan negaranya. Kita sebagai warga negara Indonesia, sudah tentu merasa bangga dan mencintai bangsa dan negara Indonesia. Kebanggaan dan kecintaan kita terhadap bangsa dan negara tidak berarti kita merasa lebih hebat dan lebih unggul daripada bangsa dan negara lain. Kita tidak boleh memiliki semangat nasionalisme yang berlebihan (chauvinisme) tetapi kita harus mengembangkan sikap saling menghormati, menghargai dan bekerja sama dengan bangsa-bangsa lain.

Secara    etomologis,    nasionalisme    berasal    dari     kata:     ―natie‖    yang     berarti dilahirkan/keturunan, nasional yang  berarti bangsa, national‖ yang  berarti ciri khas  yangmembedakan dengan bangsa lain, dan nasionalitas yang berarti rasa kebangsaan, atau nationalist   yang    berarti  orang   yang    cinta   persatuan/bangsa.   Dengan   demikian, nasionalisme bisa didefinisikan menjadi dua pengertian.

Pertama, nasionalisme (lama) adalah paham kebangsaan yang berdasarkan kepada kejaayan masa lampau, nasionalisme (modern) adalah paham kebangsaan yang menolak penjajahan untuk membantu Negara yang bersatu, berdaulat, dan demokrasi. Pengertian pertama berlaku bagi negara-negara Eropa dan negara-negara merdeka. Mereka merasa sebagai bangsa  yang superior  yang  melahirkan  kesombongan pada  gilirannya menimbulkan imperialism atau penjajahan. Sedangkan pengertian kedua berlaku bagi negara-negara yang pernah mengalami masa penjajahan. Dengan perkataan lain bahwa nasionalisme yang kedua ini lahir atau merupakan reaksi terhadap imperialism. Pengertian nasionalisme yang kedua ini merupakan paham modern hasil revolusi Perancis.

Nasionalisme dalam arti sempit adalah suatu sikap yang meninggikan bangsanya sendiri, sekaligus tidak menghargai bangsa lain sebagaimana mestinya. Sikap seperti ini jelas mencerai-beraikan bangsa yang satu dengan bangsa yang lain. Keadaan seperti ini sering disebut chauvinisme. Sedang dalam arti luas, nasionalisme merupakan pandangan tentang rasa cinta yang wajar terhadap bangsa dan negara, dan sekaligus menghormati bangsa lain.

Nasionalisme Pancasila adalah pandangan atau paham kecintaan manusia Indonesia terhadap bangsa dan tanah airnya yang didasarkan pada nilai-nilai Pancasila. Prinsip nasionalisme bangsa Indonesia dilandasi nilainilai Pancasila yang diarahkan agar bangsa Indonesia senantiasa: menempatkan persatuan–kesatuan, kepentingan dan keselamatan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi atau kepentingan golongan;menunjukkan sikap  rela  berkorban  demi  kepentingan  bangsa  dan  negara;bangga  sebagai  bangsa Indonesia dan bertanah air Indonesia serta tidak merasa rendah diri;mengakui persamaan derajat, persamaan hak dan kewajiban antara sesama manusia dan sesama bangsa; menumbuhkan sikap saling mencintai sesama manusia;mengembangkan sikap tenggang rasa.  Menurut  H.  Hadi,  setiap  orang  tentu  memiliki  rasa  kebangsaan  dan  memiliki wawasan kebangsaan dalam perasaan atau pikiran, paling tidak di dalam hati nuraninya. Dalam realitas, rasa kebangsaan itu seperti sesuatu yang dapat dirasakan tetapi sulit dipahami.  Namun  ada  getaran  atau  resonansi  dan  pikiran  ketika  rasa  kebangsaan tersentuh. Rasa kebangsaan bisa timbul dan terpendam secara berbeda dari orang per orang   dengan   naluri   kejuangannya   masing-masing,   tetapi   bisa   juga   timbul   dalam kelompok yang berpotensi dasyat luar biasa kekuatannya. Rasa kebangsaan adalah kesadaran berbangsa, yakni rasa yang lahir secara alamiah karena adanya kebersamaan sosial yang tumbuh dari kebudayaan, sejarah, dan aspirasi perjuangan masa lampau, serta kebersamaan dalam menghadapi tantangan sejarah masa kini. Dinamisasi rasa kebangsaan ini  dalam  mencapai cita-cita  bangsa  berkembang  menjadi wawasan  kebangsaan,  yakni pikiran-pikiran yang bersifat nasional dimana suatu bangsa memiliki cita-cita kehidupan dan tujuan nasional yang jelas. Berdasarkan rasa dan paham kebangsaan itu, timbul semangat kebangsaan atau semangat patriotisme. Wawasan kebangsaan mengandung pula tuntutan suatu bangsa untuk mewujudkan jati diri, serta mengembangkan perilaku sebagai bangsa yang meyakini nilai-nilai budayanya, yang lahir dan tumbuh sebagai penjelmaan kepribadiannya.

Rasa kebangsaan bukan monopoli suatu bangsa, tetapi ia merupakan perekat yang mempersatukan dan  memberi dasar keberadaan (raison  d‘entre) bangsa- bangsa di dunia. Dengan demikian rasa kebangsaan bukanlah sesuatu yang unik yang hanya ada dalam diri bangsa kita karena hal yang sama juga dialami bangsabangsa lain. Wawasan kebangsaan ialah cara pandang bangsa Indonesia berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945  tentang  diri  dan  lingkungannya  dalam  mengekspresikan  diri  sebagai  bangsa Indonesia di tengah-tengah lingkungan nusantara itu. Unsur-unsur dasar wawasan kebangsaan itu ialah: wadah (organisasi), isi, dan tata laku. Dari wadah dan isi wawasan itu, tampak adanya bidang-bidang usaha untuk mencapai kesatuan dan keserasian dalam bidang-bidang: Satu kesatuan bangsa, satu kesatuan budaya, satu kesatuan wilayah, satu kesatuan ekonomi, dan Satu kesatuan hankam.

Wawasan nusantara sebagai geopolitik Indonesia. Nusantara (archipelagic) dipahami sebagai konsep kewilayahan nasional dengan penekanan bahwa wilayah negara Indonesia terdiri dari pulau-pulau yang dihubungkan oleh laut. Laut yang menghubungkan dan mempersatukan pulau-pulau yang tersebar di seantero khatulistiwa. Sedangkan Wawasan Nusantara adalah konsep politik bangsa Indonesia yang memandang Indonesia sebagai satu kesatuan wilayah, meliputi tanah (darat), air (laut) termasuk dasar laut dan tanah di bawahnya dan udara di atasnya secara tidak terpisahkan, yang menyatukan bangsa dan negara secara utuh menyeluruh mencakup segenap bidang kehidupan nasional yang meliputi aspek politik, ekonomi, sosial budaya, dan hankam.

Wawasan Nusantara adalah cara pandang Bangsa Indonesia terhadap rakyat, bangsa dan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang meliputi darat, laut dan udara di atasnya sebagai satu kesatuan Politik, Ekonomi, Sosial, Budaya dan Pertahanan Keamanan. Secara umum wawasan nasional berarti cara pandang suatu bangsa tentang diri dan lingkungannya yang dijabarkan dari dasar falsafah dan sejarah bangsa itu sesuai dengan posisi dan kondisi geografi negaranya untuk mencapai tujuan atau cita – cita nasionalnya.

Sedangkan arti dari wawasan nusantara adalah cara pandang bangsa Indonesia tentang diri dan lingkungannya berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 serta sesuai dengan geografi wilayah nusantara yang menjiwai kehidupan bangsa dalam mencapai tujuan atau cita–cita nasionalnya. Dengan demikian wawasan nusantara berperan untuk membimbing bangsa Indonesia dalam penyelengaraan kehidupannya serta sebagai rambu–rambu dalam perjuangan mengisi kemerdekaan. Wawasan nusantara sebagai cara pandang juga mengajarkan  bagaimana  pentingnya  membina  persatuan  dan  kesatuan  dalam  segenap aspek kehidupan bangsa dan negara dalam mencapai tujuan dan cita – citanya.

 

Nasionalisme Indonesia mengandung beberapa aspek, yaitu :

1.  Aspek ekonomi

    Sebagaimana diketahui, bahwa nasionalisme itu adalah reaksi dari kolonialisme, karena adanya eksploitasi yang menimbuilkan pertentangan kepentingan secara terus menerus. Penjajah melakukan tindakan eksploitasi ekonomi untuk melindungi kepentingan ekonominya.

    Kepentingan kaum kapitalis (penjajah) lebih mendapat prioritas dari pada kepentingan  rakyat  jajahan.  Akibatnya  kondisi  hidup  rakyat  terbelakang  (melarat, bodoh, menjadi penduduk nomor dua)

    Kondisi sosial ekonomi rakyat jajahan tersebut, menjadi daya dorong timbulnya solidaritas, yang kemudian diwujudkan dengan bentuk reaksi yang diucapkan dan agitasi (hasutan) terhadap orang asing.

2.  Aspek sosial (munculnya kekuatan sosial)

    Solidaritas yang dibangun oleh rakyat jajahan, membawa terbentukya oraganisasi- organisasi dengan sifat dan struktur fungsional tersendiri yang kemudian berkembang menjadi wahana pergerakan nasional. Dalam perkembangannya, organisasi-organisasi tersebut menjadi jalan untuk membangun suatu kekuatan sosial.

3.  Aspek kebudayaan

    Nasionalisme Indonesia pada tingkat awal juga dikenal sebagai kedaerahan, kesukuan, seperti : Jong Java, Jong Sumatra, Jong Ambon, rukun Minahasa, Pasundan.

    Budi Utomo sebagai organisasi induk pergerakan nasional, semula juga bersifat kedaerahan, hanya untuk orang Jawa. Maka organisasi ini membatasi kegiatannya dan tidak ingin mencampuri golongan lain. Namun dalam kenyataannya, Budi Utomo juga membuka kerjasama dengan golongan bangsa Indonesia lainnya, tujuannya adalah membentuk persatuan untuk melawan penjajah. Kesadaran inilah yang kemudian dipandang sebagai bibit nasionalisme.

4.  Aspek politik

    Sudah   bisa   diduga,   bahwa   sistem   kolonial   itu   berlawanan   dengan   unsur demokrasi, dan pemerintahan kolonial lebih memberi prioritas pada kepentingan modal kolonial dari pada kepentingan rakyat jajahan.

Pergerakan sosial dianggap sebagai tindak kejahatan dan membahayakan ketertiban sosial dalam lingkungan   kehidupan kolonial.Di tanah jajahan, dominasi politik kolonial akan melindungi monopoli ekonomi kilonial. Penjajah menggunakan pemerintahan kolonial sebagai alat kekuasaan, setiap aspirasi nasional (rakyat jaajahan) selalu dicegah.

Nasionalisme  Indonesia  mestinya  harus  dipahami  sebagai  hak  bangsa  Indonesia untuk  menentukan  nasibnya  sendiri,  dan  karena  itu  anti  imperialisme,  jadi  konsisten dengan prinsip demokrasi. Nasionalisme akan berfungsi sebagai kekuatan yang menyatukan suku-suku, kelompok-kelompok etnis yang terpisah yang mendiami wilayah Nusantara.

        B Integritas

Menurut KBBI, integritas/in-teg-ri-tas/ mutu, sifat, atau keadaan yang menunjukkan kesatuan yang utuh sehingga memiliki potensi dan kemampuan yang memancarkan kewibawaan; kejujuran; nasional wujud keutuhan prinsip moral dan etika bangsa dalam kehidupan bernegara.

        Integritas adalah konsistensi dan keteguhan yang tak tergoyahkan dalam menjunjung tinggi nilai-nilai luhur dan keyakinan. Definisi lain dari integritas adalah suatu konsep yang  menunjuk  konsistensi  antara  tindakan  dengan  nilai  dan  prinsip.  Dalam  etika, integritas diartkan sebagai kejujuran dan kebenaran dari tindakan seseorang. Lebih lanjut PBB mendefinisikan integritas sebagai sikap jujur, adil, tidak memihak (dalam urusan publik, pemerintahan, dan birokrasi). Integritas mengacu kepada kejujuran, kebenaran, dan keadilan. Dalam konteks pemerintahan dan birokrasi Integritas dimaksudkan sebagai penggunaan  kekuasaan resmi,  otoritas  dan  wewenang  oleh  para  pejabat  publik  untuk tujuan-tujuan yang syah (justified) menurut hukum.

        Lawan  dari  integritas  adalah  hipokrit.  Seseorang  dikatakan  memiliki  integritas apabila tindakannya sesuai dengan nilai, keyakinan dan prinsip yang dipegangnya. Mudahnya, ciri seseorang yang berintegritas ditandai oleh satunya kata dan perbuatan bukan seorang yang kata-katanya tidak dapat dipegang. Seorang yang mempunyai integritas bukan tipe manusia dengan banyak wajah dan penampilan yang disesuaikan dengan motif dan kepentingan pribadinya. Integritas menjadi karakter kunci bagi seorang pemimpin.  Seorang  pemimpin  yang  mempunyai  integritas  akan  mendapatkan kepercayaan (trust) dari pegawainya. Pimpinan yang berintegritas dipercaya karena apa yang menjadi ucapannya juga menjadi tindakannya. Salah satu bentuk integrasi adalah asosiasi.  Asosiasi  atau  perkumpulan  adalah  suatu  kehidupan  bersama  antar  individu dalam   suatu   ikatan.   Kumpulan   orang   atau  sekelompok   individu   dapat   dikatakan kelompok  sosial  apabila  memenuhi  faktor-faktor  sebagai  berikut: 

(1)  kesadaran  akan kondisi yang sama,

(2) adanya relasi sosial,

(3) orientasi pada tujuan yang telah ditentukan. 

Apabila  kelompok  sosual  dianggap  sebagai  sebuah  kenyataan  di  masyarakat,  maka individu merupakan kenyataaan yang memiliki sikap terhadap kelompok tersebut sebagai suatu kenyataan subjektif. Di dalam masyarakat yang sudah komplek, biasanya individu menjadi kelompok sosial tertentu yang secara otomatis pula menjadi anggota beberapa kelompok sekaligus, misal atas dasra keturunan, jenis kelamin atau kekerabatan tertentu. Keanggotaan mereka dalam kelompok dilakukan secara individual dengan persyaratan keanggotaannya secara sukarela. Asosiasi dapat dikatakan juga sebagai perkumpulan.

Pemimpin  yang  beretika  dan  berintegritas  tentu  saja  harus  dapat mentransformasikan  nilai-nilai  agama,  mengimplementasikan  nilainilai  luhur  Pancasila dan budaya bangsa dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam kaitannya dengan kehidupan peribadi, berkeluarga, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Mengingat orientasi masyarakat dan budaya bangsa kita masih bersifat paternalistik, maka yang penting adalah faktor keteladanan para pemimpin dalam menjunjung tinggi etika dan integritas.

Dewasa ini, kata integritas menjadi sesuatu yang sering sekali digunakan terutama di lingkungan kerja instansi pemerintah yang sedang gencar-gencarnya menggapai predikat Zona Integritas untuk mewujudkan Wilayah Bebas Korupsi dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBK/WBBM) melalui reformasi birokrasi, khususnya dalam hal pencegahan korupsi dan peningkatan kualitas pelayanan publik. Integritas menjadi cenderung abstrak untuk diuraikan sebagai sebuah definisi yang sempurna juga terkait dengan terlalu banyaknya sesuatu sifat atau sikap yang dapat dilabeli sebagai sebuah perwujudan integritas. Integritas dikaitkan dengan karakteristik tertentu yang dimiliki sesuatu apa saja, seperti   misalnya   integritas   jembatan,   integritas   database,   integritas   jaringan   listrik, integritas  tubuh,  integritas  orang,  integritas  kesenian,  integritas  perusahaan,  integritas pasar,   integritas   pemerintahan,   integrits   negara,   dan   bahkan   integritas   ekosistem. Meskipun  ada   nuansa  karakteristik ―kompak‖  atau   ―utuh‖  pada setiap   sesuatu yang berintegritas, namun petunjuk tentang apa persisnya dan bagaimana mewujudkan kekompakan atau keutuhan itu belum jelas.

Seseorang  dianggap  berintegritas  ketika  ia  memiliki  kepribadian  dan  karakter berikut:

 Jujur dan dapat dipercaya

 Memiliki komitmen

 Bertanggung jawab

 Menepati ucapannya

 Setia

 Menghargai waktu

 Memiliki prinsip dan nilai-nilai hidup

Beberapa sikap yang dapat kita wujudkan dalam perilaku kehidupan kita sehari-hari antara lain:

1. Ketaatan kepada Tuhan YME

    Tidak ada satupun agama yang mengajarkan keburukan dan membawa manusia kepada kehinaan. Keyakinan yang kuat atas ajaran yang telah ditentukan oleh Tuhan akan  membawa  manusia  kepada  kemuliaan  akan  senantiasa  menggiring  seseorang untuk  bertindak sesuai dengan tuntunan Tuhan.  Batasan  mengenai baik  dan buruk diuraikan dengan lebih konkret dalam ajaran agama. Ajaran mengenai berbuat baik dengan ganjaran pahala dan kebaikan, di samping itu berbuat keburukan dengan ganjaran  dosa  dan  hukuman  sebagai  pembalasan  bagi  pelaku  dosa  jika  ia  tidak bertaubat atau memohon ampunan kepada Tuhannya. Inilah alasan penting mengapa ketaatan kepada Tuhan Yang Maha Esa menjadi salah satu bentuk langkah nyata untuk melahirkan integritas di dalam diri kita. Senantiasa belajar untuk meningkatkan pengetahuan agama dan bergaul dengan lingkungan orang-orang yang taat dengan ajaran agama menjadi salah satu langkah awal untuk membangun keaatan diri kepada ajaran agama yang kita anut.

2. Kejujuran

    Kejujuran mungkin menjadi hal yang hampir terlihat mustahil untuk ada pada diri setiap orang belakangan ini. Pandangan ini juga tidak terlepas dari fenomena ketidakjujuran tokoh-tokoh yang cukup terpandang di sekitar kita yang kerap mempertontonkan perilaku curang, keji, dan berbohong secara terbuka di hadapan kita semua. Ini semua setidaknya meruntuhkan pandangan kita mengenai urgensi kejujuran dalam menjalani kehidupan ataupun profesi. Bahkan lebih parahnya lagi, kita seolah menafikan  kejujuran  oleh  siapapun  dengan  cenderung  berburuk  sangka  dengan kebaikan atau kejujuran yang dilakukan oleh orang lain. Jujur berarti lurus hati, tidak bohong, tidak curang, dan mengikuti aturan yang berlaku. Kejujuran juga menjadi hal pokok dalam kehidupan seorang individu sebagai makhluk sosial. Kejujuran dapat diukur  ketika  seorang  individu  berinteraksi  dengan  individu  lain,  karena  kejujuran yang paling sederhana terwujud ketika seseorang memilih untuk bersikap lurus, tidak membohongi orang lain, atau mencurangi orang lain yang berinteraksi dengannya. Di balik itu semua, kejujuran yang paling utama ialah kejujuran pada diri sendiri. Pada dasarnya setiap kali seseorang ingin melakukan perbuatan buruk, maka ia akan menghadapi  penolakan pada  hati nuraninya. Keadaan  ini  kadang  diabaikan hingga mengubah cara pandangnya dalam memandang sesuatu yang pada awalnya buruk, menjadi hal yang wajar untuk dilakukan. Inilah bentuk kejujuran terhadap diri sendiri yang jauh lebih fundamental untuk dilatih secara terus menerus yang akan membersihkan pandagan hati nurani, yang akan menjadikan kita sebagai individu yang jujur sebagai wujud integritas diri

 

3. Disiplin

    Kata disiplin mengarahkan fikiran kita mengenai pola hidup yang teratur, tertib, taat pada aturan. Disiplin menjadi cerminan utama jati diri yang berintegritas. Displin juga dapat disebut sebagai wujud konkret dan hasil dari sebuah ketaatan kepada Tuhan Yang Maha Esa, kejujuran, dan tanggung jawab seseorang terhadap aturan yang ada dalam kehidupannya. Sebagai sebuah contoh sederhana, seorang yang beragama terikat pada waktu-waktu tertentu baik dalam hal ibadah maupun mengenai tata cara kehidupan. Seorang muslim diperintahkan untuk melaksanakan ibadah shalat 5 (lima) kali dalam sehari yang waktunya telah ditetapkan. Indikator ketaatan kepada Tuhan Yang Maha Esa pada seseorang dalam hal ini dapat dilihat pada bagaimana seseorang mampu disiplin melaksanakan ibadahnya sesuai waktu dan tata cara yang telah ditetapkan tersebut. Begitupun disiplin hadir sebagai konsekuensi logis dari adanya kejujuran dan tanggung jawab dalam diri seseorang. Para pembohong bermula dengan pilihan seseorang yang menghalalkan segala cara untuk mendapatkan apa yang ia inginkan. Untuk memperoleh keinginannya tersebut ia akan cenderung berbuat curang dan melanggar aturan/ketentuan yang berlaku. Perbuatan yang seperti ini juga dilakukan karena seorang pembohong siap atau bermaksud untuk menghindari tanggung jawab atas apa yang seharusnya ia lakukan, sehingga ia memilih jalan curang untuk meraih keinginannya dan merugikan kepentingan orang lain. Keadaan ini tentu sangat bertentangan dengan nilai disiplin itu sendiri. Disiplin adalah cerminan nyata atas adanya nilai-nilai kebaikan dalam diri seseorang. Inilah alasan mengapa displin menjadi salah satu poin penting perwujudan nilai integritas

 

4. Tanggung Jawab

    Inilah sebuah sikap yang dalam pergaulan sehari-hari juga dikenal sebagai sikap yang gentle. Tanggung jawab diartikan juga sebagai keadaan wajib menanggung segala sesuatunya (kalau terjadi apa-apa boleh dituntut, dipersalahkan, diperkarakan, dan sebagainya, atau fungsi menerima pembebanan, sebagai akibat sikap pihak sendiri atau pihak lain. Sikap ini menjadi penting sebagai sebuah wujud inegritas, karena adanya sikap tanggung jawab pada diri seseorang akan menuntunnya untuk senantiasa menghindari perbuatan buruk atau tercela yang akan menimbulkan dampak buruk bagi dirinya.  Hilangnya  rasa  tanggung  jawab  pada  diri  seseorang  akan  menjadikannya berani untuk berbuat sesukanya untuk kepentingan-kepentingan pribadinya tanpa menghiraukan   dampak  yang   akan   terjadi.  Atas   dampak   perbuatannya  tersebut,






Sabtu, 16 Juli 2022

NASIONALISME

NASIONALISME

1. Permasalahan Paling Kompleks Yang Dialami Oleh Negara Indonesia Yang                      Mengakibatkan Tergerusnya Nasionalisme adalah...

A. Lemahnya aparatur penegak hukum

B. Permasalahan disintegrasi kedaerahan

C. Perkembangan globalisasi yang kian pesat

D. Perselisihan ideologi, politik, dan moral

E. Rendahnya kepercayaan terhadap kinerja pemerintah

 

2. Nasionalisme bersal dari bahasa latin yaitu nation yang berarti dilahirkan atau sering disebut     sebuah bangsa yang dipersatukan akibat kelahiran. Nasionalisme dalam ruang dan waktu dapat memiliki perubahan hakikat karena...

A. Dipengaruhi oleh sejarah bangsa

B. Disesuaikan dengan penafsiran ideologi

C. Disesuaikan dengan hukum nasional yang berlaku

D. Adanya gejala sosio politik yang berkembang

E. Mengacu pada gagasan, ide, dan identitas suatu negara

 

3. Lagu kebangsaan Indonesia Raya yang dikenalkan oleh Wage Soepratman pertama kali   diperdengarkan untuk membangkitkan rasa nasionalisme pada saat...

A. Rapat organisasi Budi Utomo

B. Proklamasi kemerdekaan

C. Sumpah pemuda

D. Sidang BPUPKI

E. Peristiwa Rengasdengklok

 

4. Sebuah manuskrip kuno yang menceritakan kejayaan Majapahit dalam menyatukan nusantara menjadi cikal bakal lahirnya nasionalisme yang dikembangkan para founding father di Indonesia, manuskrip itu berjudul...

A. Sutasoma

B. Babad Tanah Jawa

C. Negarakertagama

D. Purwaka Caruban Nagari

E. Pararaton

5. Hakikat sebuah negara yang menekankan pada unsur pemerintahan adalah...

A. Negara merupakan alat untuk mengatur dan mengendalikan masyarakat secara bersama-sama atas nama rakyat

B. Negara merupakan organisasi masyarakat yang diciptakan oleh sebagian kelompok (founding fateher)

C. Negara merupakan kekuasaan kewilayahan yang diperbolehkan untuk mengatur  kehidupan masyarakat dengan cara kekerasan

D. Negara merupakan organisasi kekuasaan untuk mengatur kehidupan berdsarkan kekuasaan

E. Negara merupakan asosiasi terhadap masyarakat untuk diatur dan dilindungi dalam suatu wilayah tertentu

 

6. Kecakapan seseorang sebagai WNI yang mendapatkan hak serta kewajiban dalam usaha-usaha bernegara ditetapkan pada saat...

A. Dilahirkan

B. Masuk sekolah dasar

C. Usia 17 tahun

D. Usia 19 tahun

E. Usia 21 tahun

 

7. Kasus yang menimpa seseorang ketika tidak memiliki kewarganegaraan (apatride) terjadi ketika...

A. Berasal dari negara yang menganut asas ius soli dan melahirkan di negara yang menganut asas ius sanguinis

B. Berasal dari negara yang menganut ius sanguinis dan melahirkan di negara yang menganut ius soli

C. Lahir di negara yang menganut ius sanguinis bertempat tinggal dan melahirkan di negara yang menganut ius sanguinis

D. Lahir di negara yang menganut ius soli bertempat tinggal dan melahirkan di negara yang menganut ius soli

E. Memiliki status tidak memiliki kewarganegaraan dan melahirkan serta bertempat tinggal di negara yang menganut ius soli

8. Fenomena generasi muda yang mengalami kepudaran terhadap jiwa nasionalisme disebabkan karena...

A. Orientasi nasionalisme adalah sikap dan perbuatan

B. Labeling nasionalisme menjadi stigma bagi generasi muda

C. Ukuran nasionalisme dipahami hanya sebatas perjuangan secara fisik

D. Kurangnya daya juang terhadap tantangan perubahan zaman

E. Kurangnya sosok heroisme bagi kaum muda

 

9. Memasyarakatkan Pancasila dan pendidikan Pancasila di lingkungan sekolah merupakan upaya untuk...

A. Membangun sikap kompetitif bagi kaum terpelajar

B. Mewujudkan masyarakat sadar hukum

C. Mengembangkan sikap demokratis yang beradab

D. Menjadikan warga negara yang cerdas dan berkarakter dalam menjunjung tinggi nilai kemanusiaan

E. Menumbuhkembangkan jiwa dan semangat nasionalisme serta rasa cinta tanah air

 

10. Semangat nasionalisme kaum terpelajar dalam membangun pendidikan skala nasional pada    masa pergerakan kemerdekaan didasarkan pada...

A. Lulusan pendidikan tidak dapat diprediksi

B. Masyarakat pribumi belum tertarik terhadap pendidikan

C. Kolonial Belanda membatasi kesempatan pribumi untuk terpelajar

D. Pendidikan kolonial tidak tergantung pada masyarakat pribumi

E. Corak pendidikan nasional berlatar belakang Barat dan terbatas

 

11. Kasus yang menimpa seseorang ketika memiliki status kewarganegaraan ganda (bipatride) terjadi ketika...

A. Berasal dari negara yang menganut ius soli dan melahirkan di negara yang menganut ius sanguins

B. Berasal dari negara yang menganut ius sanguins dan melahirkan di negara yang menganut ius soli

C. Lahir di negara yang menganut ius sanguins bertempat tinggal dan melahirkan di negara yang menganut ius sanguins

D. Lahir di negara yang menganut ius soli dan bertempat tinggal dan melahirkan di negara yang menganut ius soli

E. Memiliki status tidak memiliki kewarganegaraan dan melahirkan serta bertempat tinggal di negara yang menganut ius soli

 

12. Hadirnya kehidupan masyarakat saat ini dipelopori oleh sejarah pergerakan nasional    Indonesia yang dilakukan oleh...

A. Para kiai

B. Kaum terpelajar

C. Masyarakat pribumi

D. Pedagang

E. Kaum ulama dan tumenggung

13. Sikap keteguhan hati dalam memperjuangkan kepentingan nasional dikenal sebagai...

A. Nasionalisme

B. Keamanan nasional

C. Cinta tanah air

D. Kekuatan nasional

E. Ketahanan nasional

14. Pola pikir dan cara pandang bangsa Indonesia terhadap jati diri dan lingkungannya yang didasarkan pada Pancasila dan UUD 1945 merupakan bentuk pengukuhan dan apresiasi terhadap negara yang berdaulat demi sikap nasionalisme yang mengalir dalam setiap perilaku dalam bernegara dan berbangsa. Kemampuan ini dikenal sebagai...

A. Nasional

B. Wawasan

C. Wawasan nasional

D. Wawasan nusantara

E. Ketahanan nasional

15. Memupuk rasa nasionalisme kebangsaan bagi masyarakat Indonesia berdasarkan keberagaman suku, agama, ras, dan antargolongan agar...

A. Bangsa Indonesia mandiri

B. Moralitas bangsa terjaga

C. Tercipta kedaulatan bangsa

D. Identitas nasional terjaga

E. Tidak kehilangan kepribadian bangsa

16. Nasionalisme yang lahir di Indonesia bukanlah nasionalisme Barat, melainkan nasionalisme of humanity yang dikemukakan oleh Ir. Soekarno yang berarti bahwa...

A. Kemanusiaan adalah satu

B. Kemanusiaan merupakan perbedaan yang harus dipertahankan

C. Karakter bangsa lahir dari kemanusiaan

D. Jiwa dan jati diri bangsa dipersatukan

E. Kemanusiaan adalah sebuah karakter

17. Berikut ini yang termasuk dalam faktor pendorong nasionalisme dari luar Indonesia pada awal pegerakan nasional, kecuali...

A. Kemenangan Jepang atas Rusia

B. Kebangkitan nasionalisme Asia-Afrika

C. Adanya kelompok masyarakat berpendidikan tinggi

D. Timbulnya paham baru nasionalisme

E. Lahirnya ideologi baru

18. Semangat nasionalisme baru dalam usaha pergerakan kemerdekaan diawali dengan munculnya organisasi...

A. Serikat dagang Islam

B. Budi Utomo

C. Indische Partij

D. Perhimpunan Indonesia

E. PNI

19. Pengertian nasionalisme dalam arti sempit adalah...

A. Rasa cinta terhadap negeri

B. Perilaku yang tidak menghargai sesama

C. Perasaan keberagaman yang sama

D. Perasaan kebangsaan yang sangat tinggi

E. Perilaku menjaga harga diri bangsa

20. Berikut yang bukan termasuk dalam aspek pembentuk rasa nasionalisme adalah...

A. Persatuan nasib

B. Kesatuan tempat tinggal

C. Cita-cita bersama

D. Perbedaan yang mempersatukan

E. Tujuan bersama

21. Tonggak awal kesadaran akan sikap nasionalisme Indonesia dimulai sejak...

A. Proklamasi kemerdekaan

B. Sidang BPUPKI

C. Kekalahan Jepang pada sekutu

D. Lahirnya organisasi Budi Oetomo

E. Sumpah Pemuda

22. Ideologi nasional Indonesia yang dikenal sampai saat ini adalah...

A. Pancasila

B. UUD 1945

C. Tap MPR

D. Undang-Undang

E. Pembukaan UUD 1945

23. Semangat nasionalisme sejatinya tertuang dalam ideologi Pancasila yang mengerucut pada sila ke...

A. Satu

B. Dua

C. Tiga

D. Empat

E. Lima

24. Bentuk nasionalisme salah satunya adalah nasionalisme kewarganegaraan yang subjeknya adalah...

A. Pemerintah

B. Rakyat (sipil)

C. Aparatur negara

D. Lembaga negara

E. Pendidikan

25. Pengakuan terhadap keberagaman agama dan keyakinan di negara Indonesia merupakan perwujudan semangat nasionalisme dalam mempersatujan keberagaman nasional. Semangat ini dilandasi bahwa...

A. Agama adalah nilai positif bagi warga negara

B. Agama dan kepercayaan adalah sama

C. Warga negara yang beragama adalah bentuk keberagaman

D. Agama merupakan karakter masyarakat Indonesia

E. Agama merupakan identitas terhadap Tuhan yang perlu dijamin

26. Berikut ini contoh perilaku nasionalisme yang hadir dalam kehidupan bernegara tercermin pada, kecuali...

A. Menaati peraturan yang sudah ditetapkan

B. Taat terhadap hukum yang berlaku

C. Menghormati putusan peradilan

D. Menggunakan produk dalam negeri

E. Ikut serta dalam upaya pembelaan negara

27. Tujuan perwujudan sikap dan perilaku yang mencerminkan nasionalisme adalah...

A. Menghilangkan tuntutan berlebihan warga negara

B. Menjamin kewajiban dan hak warga negara

C. Mencapai kesadaran hukum

D. Mewujudkan sikap skeptis terhadap pemerintahan

E. Terciptanya masyarakat yang memegang teguh budaya secara berlebihan

28. Keterampilan kewarganegaraan diperlukan dalam memahami karakter identitas negara Indonesia. Apalagi persamaan rasa senasib yang pernah dialami mampu membangkitkan nasionalisme untuk menjaga NKRI. Indikator yang menandai kecakapan kewarganegaraan dalam perwujudan nasionalisme adalah...

A. Mampu membedakan suku dan budaya bangsa

B. Berpegang teguh pada ideologi Pancasila

C. Keterkaitan terhadap adat istiadat daerah asal tidak boleh terlepas

D. Mementingkan golongan dibanding kepentingan umum

E. Melakukan voting pada setiap penyelesaian permasalahan

29. Kesadaran akan nasionalisme terkadang membelenggu dan menghambat rakyat dan pemerintahan sendiri. Hal ini bisa terjadi ketika...

A. Nasionalisme dipahami secara mendalam sebagai sebuah ideologi

B. Kedudukan nasionalisme semata-mata tidak hanya ideologi

C. Sifat universalitas teta1. Permasalahan Paling Kompleks Yang Dialami Oleh Negara Indonesia Yang                      Mengakibatkan Tergerusnya Nasionalisme adalah...

A. Lemahnya aparatur penegak hukum

B. Permasalahan disintegrasi kedaerahan

C. Perkembangan globalisasi yang kian pesat

D. Perselisihan ideologi, politik, dan moral

E. Rendahnya kepercayaan terhadap kinerja pemerintah

 

2. Nasionalisme bersal dari bahasa latin yaitu nation yang berarti dilahirkan atau sering disebut     sebuah bangsa yang dipersatukan akibat kelahiran. Nasionalisme dalam ruang dan waktu dapat memiliki perubahan hakikat karena...

A. Dipengaruhi oleh sejarah bangsa

B. Disesuaikan dengan penafsiran ideologi

C. Disesuaikan dengan hukum nasional yang berlaku

D. Adanya gejala sosio politik yang berkembang

E. Mengacu pada gagasan, ide, dan identitas suatu negara

 

3. Lagu kebangsaan Indonesia Raya yang dikenalkan oleh Wage Soepratman pertama kali   diperdengarkan untuk membangkitkan rasa nasionalisme pada saat...

A. Rapat organisasi Budi Utomo

B. Proklamasi kemerdekaan

C. Sumpah pemuda

D. Sidang BPUPKI

E. Peristiwa Rengasdengklok

 

4. Sebuah manuskrip kuno yang menceritakan kejayaan Majapahit dalam menyatukan nusantara menjadi cikal bakal lahirnya nasionalisme yang dikembangkan para founding father di Indonesia, manuskrip itu berjudul...

A. Sutasoma

B. Babad Tanah Jawa

C. Negarakertagama

D. Purwaka Caruban Nagari

E. Pararaton

5. Hakikat sebuah negara yang menekankan pada unsur pemerintahan adalah...

A. Negara merupakan alat untuk mengatur dan mengendalikan masyarakat secara bersama-sama atas nama rakyat

B. Negara merupakan organisasi masyarakat yang diciptakan oleh sebagian kelompok (founding fateher)

C. Negara merupakan kekuasaan kewilayahan yang diperbolehkan untuk mengatur  kehidupan masyarakat dengan cara kekerasan

D. Negara merupakan organisasi kekuasaan untuk mengatur kehidupan berdsarkan kekuasaan

E. Negara merupakan asosiasi terhadap masyarakat untuk diatur dan dilindungi dalam suatu wilayah tertentu

 

6. Kecakapan seseorang sebagai WNI yang mendapatkan hak serta kewajiban dalam usaha-usaha bernegara ditetapkan pada saat...

A. Dilahirkan

B. Masuk sekolah dasar

C. Usia 17 tahun

D. Usia 19 tahun

E. Usia 21 tahun

 

7. Kasus yang menimpa seseorang ketika tidak memiliki kewarganegaraan (apatride) terjadi ketika...

A. Berasal dari negara yang menganut asas ius soli dan melahirkan di negara yang menganut asas ius sanguinis

B. Berasal dari negara yang menganut ius sanguinis dan melahirkan di negara yang menganut ius soli

C. Lahir di negara yang menganut ius sanguinis bertempat tinggal dan melahirkan di negara yang menganut ius sanguinis

D. Lahir di negara yang menganut ius soli bertempat tinggal dan melahirkan di negara yang menganut ius soli

E. Memiliki status tidak memiliki kewarganegaraan dan melahirkan serta bertempat tinggal di negara yang menganut ius soli

8. Fenomena generasi muda yang mengalami kepudaran terhadap jiwa nasionalisme disebabkan karena...

A. Orientasi nasionalisme adalah sikap dan perbuatan

B. Labeling nasionalisme menjadi stigma bagi generasi muda

C. Ukuran nasionalisme dipahami hanya sebatas perjuangan secara fisik

D. Kurangnya daya juang terhadap tantangan perubahan zaman

E. Kurangnya sosok heroisme bagi kaum muda

 

9. Memasyarakatkan Pancasila dan pendidikan Pancasila di lingkungan sekolah merupakan upaya untuk...

A. Membangun sikap kompetitif bagi kaum terpelajar

B. Mewujudkan masyarakat sadar hukum

C. Mengembangkan sikap demokratis yang beradab

D. Menjadikan warga negara yang cerdas dan berkarakter dalam menjunjung tinggi nilai kemanusiaan

E. Menumbuhkembangkan jiwa dan semangat nasionalisme serta rasa cinta tanah air

 

10. Semangat nasionalisme kaum terpelajar dalam membangun pendidikan skala nasional pada    masa pergerakan kemerdekaan didasarkan pada...

A. Lulusan pendidikan tidak dapat diprediksi

B. Masyarakat pribumi belum tertarik terhadap pendidikan

C. Kolonial Belanda membatasi kesempatan pribumi untuk terpelajar

D. Pendidikan kolonial tidak tergantung pada masyarakat pribumi

E. Corak pendidikan nasional berlatar belakang Barat dan terbatas

 

11. Kasus yang menimpa seseorang ketika memiliki status kewarganegaraan ganda (bipatride) terjadi ketika...

A. Berasal dari negara yang menganut ius soli dan melahirkan di negara yang menganut ius sanguins

B. Berasal dari negara yang menganut ius sanguins dan melahirkan di negara yang menganut ius soli

C. Lahir di negara yang menganut ius sanguins bertempat tinggal dan melahirkan di negara yang menganut ius sanguins

D. Lahir di negara yang menganut ius soli dan bertempat tinggal dan melahirkan di negara yang menganut ius soli

E. Memiliki status tidak memiliki kewarganegaraan dan melahirkan serta bertempat tinggal di negara yang menganut ius soli

 

12. Hadirnya kehidupan masyarakat saat ini dipelopori oleh sejarah pergerakan nasional    Indonesia yang dilakukan oleh...

A. Para kiai

B. Kaum terpelajar

C. Masyarakat pribumi

D. Pedagang

E. Kaum ulama dan tumenggung

13. Sikap keteguhan hati dalam memperjuangkan kepentingan nasional dikenal sebagai...

A. Nasionalisme

B. Keamanan nasional

C. Cinta tanah air

D. Kekuatan nasional

E. Ketahanan nasional

14. Pola pikir dan cara pandang bangsa Indonesia terhadap jati diri dan lingkungannya yang didasarkan pada Pancasila dan UUD 1945 merupakan bentuk pengukuhan dan apresiasi terhadap negara yang berdaulat demi sikap nasionalisme yang mengalir dalam setiap perilaku dalam bernegara dan berbangsa. Kemampuan ini dikenal sebagai...

A. Nasional

B. Wawasan

C. Wawasan nasional

D. Wawasan nusantara

E. Ketahanan nasional

15. Memupuk rasa nasionalisme kebangsaan bagi masyarakat Indonesia berdasarkan keberagaman suku, agama, ras, dan antargolongan agar...

A. Bangsa Indonesia mandiri

B. Moralitas bangsa terjaga

C. Tercipta kedaulatan bangsa

D. Identitas nasional terjaga

E. Tidak kehilangan kepribadian bangsa

16. Nasionalisme yang lahir di Indonesia bukanlah nasionalisme Barat, melainkan nasionalisme of humanity yang dikemukakan oleh Ir. Soekarno yang berarti bahwa...

A. Kemanusiaan adalah satu

B. Kemanusiaan merupakan perbedaan yang harus dipertahankan

C. Karakter bangsa lahir dari kemanusiaan

D. Jiwa dan jati diri bangsa dipersatukan

E. Kemanusiaan adalah sebuah karakter

17. Berikut ini yang termasuk dalam faktor pendorong nasionalisme dari luar Indonesia pada awal pegerakan nasional, kecuali...

A. Kemenangan Jepang atas Rusia

B. Kebangkitan nasionalisme Asia-Afrika

C. Adanya kelompok masyarakat berpendidikan tinggi

D. Timbulnya paham baru nasionalisme

E. Lahirnya ideologi baru

18. Semangat nasionalisme baru dalam usaha pergerakan kemerdekaan diawali dengan munculnya organisasi...

A. Serikat dagang Islam

B. Budi Utomo

C. Indische Partij

D. Perhimpunan Indonesia

E. PNI

19. Pengertian nasionalisme dalam arti sempit adalah...

A. Rasa cinta terhadap negeri

B. Perilaku yang tidak menghargai sesama

C. Perasaan keberagaman yang sama

D. Perasaan kebangsaan yang sangat tinggi

E. Perilaku menjaga harga diri bangsa

20. Berikut yang bukan termasuk dalam aspek pembentuk rasa nasionalisme adalah...

A. Persatuan nasib

B. Kesatuan tempat tinggal

C. Cita-cita bersama

D. Perbedaan yang mempersatukan

E. Tujuan bersama

21. Tonggak awal kesadaran akan sikap nasionalisme Indonesia dimulai sejak...

A. Proklamasi kemerdekaan

B. Sidang BPUPKI

C. Kekalahan Jepang pada sekutu

D. Lahirnya organisasi Budi Oetomo

E. Sumpah Pemuda

22. Ideologi nasional Indonesia yang dikenal sampai saat ini adalah...

A. Pancasila

B. UUD 1945

C. Tap MPR

D. Undang-Undang

E. Pembukaan UUD 1945

23. Semangat nasionalisme sejatinya tertuang dalam ideologi Pancasila yang mengerucut pada sila ke...

A. Satu

B. Dua

C. Tiga

D. Empat

E. Lima

24. Bentuk nasionalisme salah satunya adalah nasionalisme kewarganegaraan yang subjeknya adalah...

A. Pemerintah

B. Rakyat (sipil)

C. Aparatur negara

D. Lembaga negara

E. Pendidikan

25. Pengakuan terhadap keberagaman agama dan keyakinan di negara Indonesia merupakan perwujudan semangat nasionalisme dalam mempersatujan keberagaman nasional. Semangat ini dilandasi bahwa...

A. Agama adalah nilai positif bagi warga negara

B. Agama dan kepercayaan adalah sama

C. Warga negara yang beragama adalah bentuk keberagaman

D. Agama merupakan karakter masyarakat Indonesia

E. Agama merupakan identitas terhadap Tuhan yang perlu dijamin

26. Berikut ini contoh perilaku nasionalisme yang hadir dalam kehidupan bernegara tercermin pada, kecuali...

A. Menaati peraturan yang sudah ditetapkan

B. Taat terhadap hukum yang berlaku

C. Menghormati putusan peradilan

D. Menggunakan produk dalam negeri

E. Ikut serta dalam upaya pembelaan negara

27. Tujuan perwujudan sikap dan perilaku yang mencerminkan nasionalisme adalah...

A. Menghilangkan tuntutan berlebihan warga negara

B. Menjamin kewajiban dan hak warga negara

C. Mencapai kesadaran hukum

D. Mewujudkan sikap skeptis terhadap pemerintahan

E. Terciptanya masyarakat yang memegang teguh budaya secara berlebihan

28. Keterampilan kewarganegaraan diperlukan dalam memahami karakter identitas negara Indonesia. Apalagi persamaan rasa senasib yang pernah dialami mampu membangkitkan nasionalisme untuk menjaga NKRI. Indikator yang menandai kecakapan kewarganegaraan dalam perwujudan nasionalisme adalah...

A. Mampu membedakan suku dan budaya bangsa

B. Berpegang teguh pada ideologi Pancasila

C. Keterkaitan terhadap adat istiadat daerah asal tidak boleh terlepas

D. Mementingkan golongan dibanding kepentingan umum

E. Melakukan voting pada setiap penyelesaian permasalahan

29. Kesadaran akan nasionalisme terkadang membelenggu dan menghambat rakyat dan pemerintahan sendiri. Hal ini bisa terjadi ketika...

A. Nasionalisme dipahami secara mendalam sebagai sebuah ideologi

B. Kedudukan nasionalisme semata-mata tidak hanya ideologi

C. Sifat universalitas tetap dipegang teguh

D. Nasionalisme dijadikan sebagai semangat dan semboyan bangsa

E. Jiwa nasionalisme didasarkan pada ideologi bangsa

 

30. Perasaan berlebihan terhadap bangsanya sendiri dan memandang rendah bangsa lain dikenal dengan...

A. Komunisme

B. Teritorialisme

C. Chauvinisme

D. Patriotisme

E. Kapitalisme

 p dipegang teguh

D. Nasionalisme dijadikan sebagai semangat dan semboyan bangsa

E. Jiwa nasionalisme didasarkan pada ideologi bangsa

 

30. Perasaan berlebihan terhadap bangsanya sendiri dan memandang rendah bangsa lain dikenal dengan...

A. Komunisme

B. Teritorialisme

C. Chauvinisme

D. Patriotisme

E. Kapitalisme